Home Headline Jadi Pendamping KUMKM Jangan Biasa-biasa Saja

Jadi Pendamping KUMKM Jangan Biasa-biasa Saja

Jadi Pendamping KUMKM Jangan Biasa-biasa Saja

GKNNEWS.COM, BANDUNG -Sekretaris Menteri Koperasi dan UKM RI Prof. Rully Indrawan, memotivasi pendamping KUMKM untuk menjaga semangat kewirausahaan.

Rully menjelaskan, pelatihan yang diberikan pemerintah harus dijadikan momentum mengubah mindset dan memahami karakter generasi millennial.

Sebagai wirausahawan, Rully meminta jangan pernah takut untuk memulai dan dengan namanya kegagalan.

Bagi pengusaha, kegagalan dalam berproses merupakan hal biasa dialami.

Oleh karena itu, sangat penting menginternalisasikan nilai-nilai jiwa kewirausahaan sebagai dasar membangun pondasi mental wirausaha yang tanguh.

Pendamping KUMKM harus berpikir  ‘Out of the box’.

“Ini lantaran yang dihadapi adalah generasi millennial yang kecendrungan gaya berpikir-nya berbeda dengan generasi sebelumnya,” jelasnya.

Sementara itu, Asisten Deputi Pengembangan kewirausahaan Nasrun, S.Sos. M.AB., menambahkan, dukungan pemerintah sangat serius terhadap pengembangan semangat kewirausahaan.

Saat ini, untuk memulai suatu usaha menjadi lebih mudah dikarenakan adanya berbagai program dan kegiatan yang mendukung hal tersebut.

“Di antara lain program pelatihan kewirausahaan yang saat ini kita lakukan dan juga program pendampingan UKM yang sangat bermanfaat tentunya bagi para pelaku UKM dalam mengembangkan usahanya,” ucapnya.

Dengan adanya program pendampingan, maka para pelaku UKM dapat mendapatkan bimbingan, arahan dan dapat berkonsultasi kepada pendamping.

Banyak hal bisa dibicarakan mengenai permasalahan yang dihadapi, baik dalam hal permodalan, produksi, pemasaran dan SDM. Para Pendamping KUMKM memiliki tugas sebagai tempat konsultasi para wirausaha.

“Pendamping pun haris mampu memberikan manfaat pada pelaku usaha dalam meningkatkan usahanya dan UKM menjadi naik kelas,” imbuhnya.

Pelatihan Kewirausahaan bagi Pendamping KUMKM dilaksanakan pada tanggal 18-21 September 2019 di Bandung Jawa Barat.

Pelatihan ini diikuti sebanyak 35 peserta pendamping DAK Provinsi Jawa Barat dan beberapa Kabupaten/Kota penerima DAK Non Fisik Fungsi Pendidikan Tahun Anggaran 2019.

Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas peserta pelatihan dalam pelaksanaan tugas pendamping KUMKM. (*/DPD GKN Jabar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here