Home Headline Surtiati Punya Cara Saat Kepepet, Sulap Getah Nyatu Jadi Bernilai Tinggi

Surtiati Punya Cara Saat Kepepet, Sulap Getah Nyatu Jadi Bernilai Tinggi

Kader GKN Kalteng Surtiati berbagi cerita tentang usaha kerajinan tangan yang dimilikinya. Saat ini, Surtiati menggeluti kerajinan tangan berbahan getah nyatu yang merupakan khas Kalteng.

Surtiati Punya Cara Saat Kepepet, Sulap Getah Nyatu Jadi Bernilai Tinggi

VIDEO KISAH SURTIATI

GKNNEWS.COM, PALANGKARAYA – Kader GKN Kalteng Surtiati berbagi cerita tentang usaha kerajinan tangan yang dimilikinya.

Saat ini, Surtiati menggeluti kerajinan tangan berbahan getah nyatu yang merupakan khas Kalteng.

Di balik kesuksesan Surtiati saat ini, ternyata ada kisah yang disebut “kepepet” oleh Surtiati.

Sebelum seperti saat in, Surtiati adalah seorang ibu rumah tangga seperti lainnya.

Wanita biasa-biasa yang hanya mengurusi dapur dan rumah tangga.

Namun, Surtiati berubah saat suaminya akan pergi ke Bali

“Saya cuma dikasih 200 ribu saja,” ucap Surtiati sambil tersenyum.

Saat suaminya di perjalanan menuju Bali, anak Surtiati mengalami kecelakaan.

Uang yang ditinggal suaminya Rp 200 ribu untuk keperluan hidup satu bulan, habis dalam satu hari.

Ketika terjadi kecelakaan pada anaknya, suaminya kala itu sedang mengikuti pameran di luar kota selama satu bulan.

“Pas suami baru sampai Surabaya, anak kecelakaan. Suami kan perajin getah nyatu, saya lihat ada bahan tersisa di rumah. Saya izin suami untuk mengolahnya,” kenang Surtiati.

Karena di rumah yang ada bahan baku berupa getah nyatu, Surtiati berpikir hanya dengan mengolah itu ia bersama anak-anaknya dapat bertahan hidup.

“Saya berpikir gimana caranya bisa bertahan untuk satu bulan. Ada bahan baku. Saya menelpon beliau ijin untuk bikin. ‘Jangan!,’ katanya, ‘Nanti hasilnya nggak bagus’. Tapi saya coba karena saya memang dalam keadaan darurat. Jadi akhirnya saya sampai sekarang,” kisahnya sambil tertawa seperti dikutip dari rri.o.id.

Dengan tekadnya yang bulat dan ketekunan untuk mengolah getah nyatu menjadi barang yang layak jual, akhirnya sekitar 23 tahun lalu Surtiati mengikuti jejak suaminya menjadi pengrajin getah nyatu.

Wanita asal Jawa Tengah yang sejak kecil telah tinggal di Kalimantan Tengah ini mahir mengolah getah nyatu menjadi souvenir khas Dayak berupa perahu dan motif batang garing.

Surtiati mengatakan selain dirinya, saat ini anak-anaknya pun menjadi pengrajin souvenir khas Kalteng yang terbuat dari getah nyatu.

Ia mengaku penghasilan yang ia dapat dari usaha tersebut sekitar 15-30 juta rupiah per bulan.

Itu hanya untuk hasil penjualan ke toko souvenir yang menjadi langganannya.

Belum lagi kalau ada permintaan khusus dari pelanggan untuk membuat souvenir getah nyatu, ia bahkan bisa menghasilkan 50 juta rupiah dalam dua minggu.

Surtiati mengatakan saat ini ia mengalami kesulitan untuk mendapat bahan baku.

Getah nyatu dari pohon karet yang tumbuh di rawa tersebut menurutnya semakin langka. Setiap bulan ia memerlukan sekitar 200 kilogram getah nyatu.

Namun sekarang penyuplai getah nyatu dari Palangka Raya bahkan dari beberapa daerah lain seperti Buntok, Kandui, dan Puruk Cahu tidak dapat memenuhi jumlah permintaan tersebut.

Bahkan menurutnya, sentra perajin getah nyatu di Kuala Kapuas sering meminta bahan baku dari Palangka Raya.

Menurut Surtiati usaha kerajinan olahan getah nyatu ini juga merupakan upaya melestarikan hasil hutan bukan kayu tersebut.

Ia mengatakan telah mengajukan permohonan lahan untuk pembudidayaan getah nyatu kepada pihak Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH).

UPT yang berada di bawah Dinas Kehutanan tersebut, lanjutnya, mengarahkan ke lokasi di sekitar Bukit Rawi.

Ada kurang lebih 10 hektar lahan untuk dijadikan tempat pembudidayaan pohon penghasil getah nyatu.

Surtiati juga mengharapkan dukungan dari dinas terkait lainnya seperti Dinas Kebudayaan dan Pariwisata untuk penyediaan bahan baku berupa getah nyatu.

Menyediakan lahan untuk pembudidayaan pohon nyatu, lanjut Surtiati, menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap pengrajin getah nyatu yang membuat souvenir khas budaya daerah untuk kepentingan dunia pariwisata di Kalteng. (*)

SUMBER ARTIKEL

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here