Home Travel Asyik Jalan-jalan di Bali, Jangan Lupa Mampir ke Dapur Seuhah

Asyik Jalan-jalan di Bali, Jangan Lupa Mampir ke Dapur Seuhah

Owner Dapur Seuhah, Novie Afrillies Farida

GKNNEWS.COM, BALI – Bagi warga Bandung yang kini sedang merantau di Bali khususnya Denpasar, dapat mengobati rasa kangennya akan masakan serta jajanan khas Tanah Pasundan.

Anda bisa datang ke Dapur Seuhah, warung makan yang menyediakan nasi liwet Sunda dan jajanan khas Bandung, lengkap dengan rasa yang seautentik mungkin.

Owner Dapur Seuhah, Novie Afrillies Farida, menuturkan mengenai kisaran harga yang ditawarkan di Dapur Seuhah ini.

”Untuk makanan mulai dari harga Rp 12 ribu sampai Rp 25 ribu dan minuman di sini dari harga Rp 5 ribu sampai Rp 15 ribu,” ucap Novie seperti dikutip dari Tribun-Bali.com.

Menu seblak Seuhah dan nasi liwet merupakan menu best seller selama ini. Di warung ini menawarkan pilihan seblak Seuhah, ceker Seuhah, Seblak mie basah dengan pilihan level kepedasan mulai dari level 0 sampai dengan level empat yang merupakan level tertinggi. Harga seblak Seuhah untuk level 0-3 yakni Rp 17 ribu, dan untuk level 4 adalah Rp 20 ribu.

Di sini pengunjung sudah mendapatkan seblak kerupuk dengan topping telur ayam, sosis ayam, bakso ayam, siomay kering, dan batagor kering yang semuanya disajikan dengan sedikit kuah.

Sedangkan untuk nasi liwet dihadirkan dalam empat pilihan paket.

Paket A, yakni nasi liwet ayam goreng yang dijual dengan harga Rp 25 ribu, paket B Nasi liwet ayam bakar dengan harga Rp 25 ribu, paket C Nasi liwet ikan asin yang dijual dengan harga Rp 21 ribu dan paket D yang merupakan salah satu menu best seller yang berisikan Nasi liwet ikan asin jambal roti yang dibandrol dengan harga Rp 23 ribu perporsinya.

”Kalau sedang ramai, seblak bisa terjual sampai diatas 50 porsi dan itu sudah termasuk pemesanan lewat Go-Jek dan untuk nasi liwet dalam sehari bisa terjual kira-kira 15 sampai 20 porsi,” ujarnya.

Selain menu-menu tersebut, Dapur Seuhah juga menghadirkan jajajan Bandung, yakni cuankie bandung, bakso aci, lumpia basah bandung, basreng, cimol, cireng, dan cilok bumbu kacang.

Dengan menjual makanan serta jajanan khas Bandung, Novie awalnya mengira pengunjungnya nanti hanyalah orang-orang Bandung yang sedang berada di Bali, namun ternyata dugaannya salah.

“Awalnya saya berpikir kalau pasar saya adalah orang-orang Bandung, tapi ternyata pengunjung yang datang ke sini memang asli orang Bali,” ungkapnya ketika ditemui di Dapur Seuhah di Jalan Tukad Barito Timur, Panjer, Denpasar, Bali. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here