Home UMKM Bali Catat 326.000 UMKM, BI Berharap UMKM Terus Tumbuh di Pulau Dewata

Bali Catat 326.000 UMKM, BI Berharap UMKM Terus Tumbuh di Pulau Dewata

Trisno Nugroho yang Jumat (23/8/2019) dikukuhkan secara resmi menggantikan Causa Iman Karana sebagai Kepala Kantor Perwakilan BI Bali.

Bali Catat 326.000 UMKM, BI Berharap UMKM Terus Tumbuh di Pulau Dewata

VIDEO PELENGKAP (tak terkait berita)

GKNNEWS.COM, DENPASAR – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali, terus mendorong Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Bali agar maju dan bertumbuh.

Supaya UMKM Bali mampu bersaing di kancah nasional, bahkan internasional.

Satu di antara UMKM binaan BI, yang telah sukses Bara Silver.

Selama ini BI memberikan perhatian besar terhadap sektor UMKM.

Hal ini dikatakan Trisno Nugroho yang Jumat (23/8/2019) dikukuhkan secara resmi menggantikan Causa Iman Karana sebagai Kepala Kantor Perwakilan BI Bali.

“Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UMKM, pada akhir 2018 di Bali mencapai jumlah 326.000, meningkat dari sebelumnya sekitar 312.000, dengan rasio kewirausahaan berada di angka 8,38 persen, lebih tinggi dari nasional yang berada pada angka 5 persen,” sebutnya.

VIDEO PELENGKAP (tak terkait berita)

Trisno, sapaan akrabnya, mengatakan keberadaan sektor UMKM tidak terpisahkan dari sektor-sektor ekonomi formal lainnya.

Mengingat di samping bergeraknya aktivitas ekonomi masyarakat, UMKM juga berkontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja serta inovasi-inovasi lainnya.

UMKM juga menjadi sektor yang berkontribusi besar terhadap kelestarian nilai-nilai kearifan lokal dan budaya Bali.

“Sebagai bentuk perhatian terhadap UMKM, Bank Indonesia memiliki berbagai kegiatan-kegiatan pengembangan UMKM. Seperti program klaster pangan (volatile food), pengembangan ekonomi lokal unggulan (local economic development/LED), pengembangan ekonomi digital, hingga yang belum lama ini sedang dijajaki adalah pengembangan pariwisata dan sinergi dengan lembaga-lembaga keagamaan,” sebutnya.

Saat ini, KpwBI Provinsi Bali melaksanakan pembinaan dan pendampingan terhadap 8 klaster pangan, 4 kelompok LED, 4 angkatan wirausaha baru Indonesia (WUBI).

VIDEO PELENGKAP (tak terkait berita)

Juga bermitra dengan 3 desa wisata antara lain Desa Tampaksiring di Gianyar.

Kemudian, 2 pondok pesantren yaitu Pondok Pesantren At Taqwiim Karangasem, dan satu Pesraman yaitu Gurukula dari Bangli.

“Kemitraan tersebut dijalin dengan tujuan-tujuan akhir yang kami harapkan bersama, yaitu menjadikan UMKM sebagai akar pengembangan ekonomi masyarakat Bali di tengah-tengah lajunya arus perkembangan ekonomi digital dan globalisasi,” jelasnya.

Dari Hulu ke Hilir

Pendampingan dilakukan dengan pemberian bantuan teknis atau asistensi secara end to end dari hulu ke hilir, dari aspek produksi hingga pemasaran dan promosi.

“Bara Silver dan sejumlah kelompok tenun dan kerajinan serta UMKM kopi adalah mitra-mitra yang selalu diajak serta dalam berbagai pameran-pameran UMKM sejak lama,” kata dia.

“Bank Indonesia juga memberikan asistensi berupa studi banding dan pelatihan-pelatihan yang berkaitan dengan pengembangan kewirausahaan,” katanya.

BI tahun 2019, juga ingin berkontribusi lebih dalam membantu upaya pengembangan desa wisata di Tampaksiring dan sinergi dengan lembaga-lembaga keagamaan.

“Upaya bersama dalam mengembangan desa wisata di Tampaksiring ini didasari banyaknya atraksi objek wisata di tempat tersebut, keberadaan klaster binaan Bank Indonesia di Subak Pulagan, dan istana kepresidenan yang kerap menjadi lokasi kunjungan tamu-tamu negara, di samping nilai historis wilayah Tampaksiring yang tak terkira nilainya,” ujarnya.

VIDEO PELENGKAP (tak terkait berita)

Inflasi Masih Terjaga

KpwBI Bali, telah memberikan banyak kontribusi dan mencapai prestasi menggembirakan dalam mengendalikan inflasi maupun mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Inflasi Bali periode 2016-2018 terjaga dalam rentang target inflasi. Seiring dengan itu, pada Juli 2019, inflasi Bali masih terjaga dan berada di bawah inflasi nasional yaitu2 ,35 persen (yoy),” kata Kepala Kantor Perwakilan BI Bali, Trisno Nugroho.

Bank Indonesia telah secara konsisten melakukan sinergi, memberikan rekomendasi, menjalankan strategi dan melaksanakan program pengembangan klaster-klaster UMKM unggulan.

Selain itu, Bank Indonesia juga telah berperan aktif dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), melalui implementasi Kewajiban Penggunaan Rupiah di Provinsi Bali.

BI juga telah aktif menertibkan Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing (KUPVA) yang diperlukan untuk mendorong dan menjaga keberlanjutan industri Pariwisata yang menjadi tulang punggung ekonomi di Provinsi Bali.

Kegiatan ini dilaksanakan bekerjasama dengan Polda Bali, Pemerintah Provinsi Bali dan pemkot/pemkab di Bali serta dengan para bendesa desa adat untuk mengendalikan (KUPVA) ilegal.

Owner Bara Silver, Putu Adnyani sangat bangga produknya bisa dipakai Ibu Negara Iriana Jokowi.

“Saya berharap, ke depan ini bisa menular ke teman UMKM lainnya. Tentunya dengan bantuan BI, kami bisa mengembangkan bisnis,” katanya dalam Penyerahan Bantuan Program Sosial Bank Indonesia di Celuk, Gianyar, usai pengukuhan di Denpasar, kemarin.

(*)

VIDEO PELENGKAP (tak terkait berita)

LINK SUMBER ARTIKEL 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here