Home Kisah Begini Cara Fadli Kelola Pusat Oleh-Oleh Bireuen, ‘Mencari Keuntungan Finansial dan Sosial”

Begini Cara Fadli Kelola Pusat Oleh-Oleh Bireuen, ‘Mencari Keuntungan Finansial dan Sosial”

Contoh produk Pusat oleh-oleh Bireuen. Unit usaha ini merupakan dikelola Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN) Indonesia Kabupaten Bireuen di bawah bidang kewirausahaan dan pengembangan sumber daya manusia.

Begini Cara Fadli Kelola Pusat Oleh-Oleh Bireuen, ‘Mencari Keuntungan Finansial dan Sosial”

GKNNEWS.COM, ACEH – Pusat oleh-oleh Bireuen merupakan unit usaha yang dikelola Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN) Indonesia Kabupaten Bireuen di bawah bidang kewirausahaan dan pengembangan sumber daya manusia.

Ide ini berawal dari keresahan akan banjir nya produk-produk dari luar daerah yang membanjiri pasar Aceh.

“Kemudian, terbesit niatan membentuk sebuah unit usaha yang dapat mengangkat produk-produk lokal Bireuen dan Aceh pada umumnya untuk dikembangkan dengan sentuhan kemasan yang kekinian untuk menambah add value,” jelas CEO Pusat Oleh-Oleh Bireuen, Fadli saat ditemui GKNNEWS.COM pada Rabu (27/2/2019)

Ide dan gagasan nya pun muncul dalam setiap diskusi diskusi yang terus dibangun oleh Ketua GKN Bireuen, mulai ditingkat pengurus dan anggota, hingga dengan stakeholder dan pemerintah.

Semuanya tentu memberikan respons positif, tapi terbentur dengan pergerakan dan anggaran.

Dengan dukungan dan respons yang positif tersebut semakin memacu DPC Bireun seperti Ketua DPC GKN, Muhammad Fadhil Jeunieb, Sekretaris Daniel, dan juga Kabid Kewirausahaan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Johandi untuk merumuskan konsep yang akan diusung untuk menghimpun dana untuk menjalankan program tersebut.

Akhirnya konsep sosial entrepreneur dipilih untuk menggunakan, yang mana konsep ini akan memprovokasi “positif” stakeholder ataupun pengusaha-pengusaha besar untuk membantu UMKM-UMKM binaaan GKN Bireuen untuk naik kelas.

Jadi konsep “mencari profit” dimaknai dalam bentuk profit secara finansial juga secara sosial.

Setelah konsepnya matang, kami mulai menawarinya kepada stakeholder dan pengusaha-pengusaha besar di Bireuen.

“Kami presentasikan, dan Alhamdulillah setelah beberapa kali pertemuan dan mempresentasikannya langsung mendapatkan respon positif hingga program ini dapat di jalan kan saat ini.”

Dengan mengusung nama pusat oleh-oleh bireuen, tentunya kami akan memberikan porsi  yang seimbang dalam memilah milih produk.

Dan semuanya harus terwakili dari samalanga hingga gandapura, saat ini kami sudah menyiapkan 12 produk UMKM Bireuen untuk dikembangkan

“Dikemas secara modern, dan di pasarkan melalui jaringan-jaringan kami di seluruh Indonesia. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here