Home Headline Benarkah Mengkonsumsi Daging Kambing Bisa Picu Darah Tinggi?, Cek Fakta

Benarkah Mengkonsumsi Daging Kambing Bisa Picu Darah Tinggi?, Cek Fakta

pixabay/ILUSTRASI : kambing berada dikandang/MabelAmber

GKNNEWS.COM, – Perayaan Hari Raya Idul Adha tahun ini hanya tinggal menghitung hari, yakni jatuh pada Jum’at tanggal 31 Juli 2020. Pada hari ini umat islam akan melaksanakan sholat ied dan menyembelih hewan qurban.

Tentunya akan berjumpa dengan masakan yang serba berbahan daging, mau itu daging sapi ataupun daging kambing. Khususnya di Indonesia, saat perayaan Idul Adha selalu identik dengan masakan daging kambing yang menggugah selera makan.

Sebab disajikan dengan berbagai macam olahan, seperti gulai kambing, sate dan lain sebagainnya.

Banyak yang tergoda saat melihat olahan tersebut, namun tidak sedikit pula yang takut untuk menyantap makanan berbahan daging kambing ini. Terutama, bagi mereka yang memiliki histori tekanan darah tinggi.

Apakah benar menyantap daging kambing bisa memicu tekanan darah tinggi?, berikut ini faktanya :

1. Rendah Kalori

Jika dibandingkan dengan daging sapi, kalori daging kambing ini lebih rendah. Dalam takaran 85 gram setara 3 ons, daging kambing mengandung 122 kalori, 2,6 gram lemak, dan 64 miligram kolestrol.

Sedangkan daging sapi, dalam jumlah yang sama. Mengandung 179 kalori, 7,9 gram lemak, dan 73,1 miligram kolestrol.

2. Pengganti Sumber Protein Hewani

Daging kambing memiliki kandungan sekitar 20 gram protein hewani. Dengan demikian daging kambing akan aman dikonsumsi siapapun. Termasuk mereka yang mengidap kolestrol tinggi.

3. Aman Dikonsumsi

Selama yang dikonsumsi hanya daging kambing saja, sifatnya aman. Akan tetapi, jika ditambah mengkonsumsi jeroan, seperti babat, otak, dan usus, jadi tidak sehat.

4. Bumbu Penyedap Berlebih

Jika mengolah daging kambing dengan salah, yakni menggunakan bumbu penyedap berlebih. Maka bisa memicu meningkatnya tekanan darah.

5. Resiko Penyakit Kardiovaskular

Dan salah mengolah daging kambing itu bisa memicu resiko penyakit kardiovaskular. Memasak daging kambing dengan cara dipanggang atau digoreng yang membutuhkan minyak goreng, mentega, atau margarin, ini bisa meningkatkan kalori dan lemak jenuh.

Sebab jika dikonsumsi terus-menerus, lemak jenuh tersebut bisa meningkatkan resiko kardiovaskular. Apa saja?, yakni termasuk stroke dan tekanan darah tinggi (hipertensi).

Nah, jika Anda memiliki histori penyakit tekanan darah tinggi. Disarankan memilih olahan daging kambing yang hanya dagingnya saja dan tidak berlebihan. ***

Editor : Pipin Lukmanul Hakim

Sumber : Jakbarnews.pikiran-rakyat.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here