Home Travel Cantiknya Sabana Fulan Fehan dan Tantangan Menuju Puncaknya

Cantiknya Sabana Fulan Fehan dan Tantangan Menuju Puncaknya

Mas Anto bersama Zainal Abidin, Saiful Bahri ditemani Ivan si driver yang mengantar rombongan ke lokasi. Di sana, rombongan diantar ke satu spot yang begitu indah terletak di pinggir tebing. Dari situ kita bisa melihat hampir keseluruhan area di Kabupaten Belu.

GKNNEWS.COM, NTT – Catatan perjalanan menarik dan berkesan Sekjen DPP GKN Indonesia, Harwanto Herlambang.

Di tengah kesibukan acaranya bertugas di Belu pada 28 Agustus 2018, Mas Anto sapaannya, mencoba mendeskripsikan kecantikan sebuah tempat di perbatasan NTT dam Timor Leste.

Indah di tapal batas. Mungkin begitulan menggambarkan tempat cantik nan menarik, Fulan Fehan.

Cantiknya Sabana Fulan Fehan dan Tantangan Menuju Puncaknya

Video Pelengkap (tak terkait berita)

Fulan Fehan termasuk destinasi andalan di perbatasan.

Bersama Kepala Dinas Koperasi UKM Kabupaten Belu, Hasan Mukin, Mas Anto merekam setiap langkah di Fulan Fehan yang sungguh menghipnoti suasa batin.

Fulan Fehan kawasan padang rumput di Belu, Atambua, Nusa Tenggara Timur.

Atambua yang merupakan kota kecil di bagian timur Pulau Timor yang juga mereka sebut kota perbatasan, menyajikan jamuan Fulan Fehan pada siapa saja yang datang berwisata atau bertugas di sana.

Nama Atambua dan Fulan Fehan mungkun belum setenar perbatasan RI dan Papua Nugini di Skouw Jayapura.

Namun kota ini didesain Tuhan sangat cantik dan unik.

Padang rumput hijau terbentang luas dengan jarak sekitar 42 Km, yang bisa ditempuh sekitar 2 jam dari Kota Atambua, Kabupaten Belu, NTT.

Menuju Atambua, bisa diakses langsung menggunakan pesawat dari Jakarta-Atambua yang biasanya transit terlebih dahulu di Kota Kupang.

Video Pelengkap (tak terkait berita)

Jalan ke padang rumput Fulan Fehan yang terletak di Gunung Lakaan ini, lumayan menguji adrenalin.

Jalanan 42 Km dari Atambua ini, didominasi jalanan menanjak, berkelok, dan bertebing.

Itupun masih diwarnai beberapa lokasi jalanan yang rusak.

Namun setelah sampai di lokasi. Tepatnya di puncak padang rumput Fulan Fehan, semuanya akan terbayarkan dengan indahnya pemandangan yang ada.

Banyaknya bukit-bukit di daerah Atambua dan sekitarnya membuat pemandangan alam terlihat cantik, menarik.

Beberapa rumah juga hampir tertutupi oleh lautan pohon yang menggugurkan daunnya saat musim kemarau.

Masyarakat sibuk memanfaatkan waktu untuk beraktivitas sebagai petani dan berkebun.

Sebelum sampai lokasi juga akan disuguhkan dengan hamparan pohon kaktus yang tumbuh subur di sana.

Video Pelengkap (tak terkait berita)

Menarik dan menambah pemandangan begitu memesona. Ketika di atas akan tampak pemandangan berbagai ternak yang sedang merumput.

Ada kuda dan sapi yang sedang mencari makam. Ternak-ternak yang dibiarkan merumput bebas di alam.

“Dulu lebih banyak lagi ternak yang ada,” kata Kepala Dinas Koperasi UKM Kabupaten Belu, Hasan Mukin.

Saat itu, Mas Anto bersama Zainal Abidin, Saiful Bahri ditemani Ivan si driver yang mengantar rombongan ke lokasi.

Di sana, rombongan diantar ke satu spot yang begitu indah terletak di pinggir tebing.

Dari situ kita bisa melihat hampir keseluruhan area di Kabupaten Belu.

Bahkan dari kejauhan terdapat gunung-gunung tinggi yang merupakan bagian dari Timor Leste.

“Karena letaknya di tepi tebing, kami harus berhati-hati,” jelas Anto.

Sebelum mencapai puncak keindahan Fulan Fehan, siapa saja yang akan ke sana pasti harus merasakan cobaan dan ujian selama pejalanan.

Saat masuk masuk Kota Atambua, perlahan berubah gersang dan tandus. Cuaca pun panas dan terik.

Mobil yang dikendarai pun harus ekstra hati-hati. Perjalanan menuju Fulan Fehan memang agak menyiksa.

Harus melewati entah berapa puluh tikungan dan tanjakan dengan kondisi jalan yang terkadang rusak.

Harus usaha extra karena tanjakan yang terlampau curam atau bersabar.

Yang ingin menikmati Fulan Fehan dengan nyaman dan aman, wajib taat perintah si petunjuk arah atau warga yang mengarahkan.

Saat tiba di lokasi, seperti bom yang meledak. Persaan benar-benar dibuat meledak saat melihat kecantikan padang rumput yang terlihat sempurna.

Hijau, benar-benar hijau yang terlihat selama mata memandang.

Jika posisi sebahagia itu, praktis dan otomatis narsis. Mulai merekam video dan selfie.

Seperti itulah catatan Sekjen DPP GKN Indonesia. Menarik dan bisa diikuti pengrus DPP lainnya.

Berbagi kisah dan pengalaman.

Salam Wirausahawan!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here