Home Kabar GKN DPP GKN Ajak Anggota Evaluasi Produk, Gubernur Jateng Soroti Koperasi Digital di...

DPP GKN Ajak Anggota Evaluasi Produk, Gubernur Jateng Soroti Koperasi Digital di HARKOPNAS K2-72

DPP Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN) Indonesia ikut merayakan Hari Koperasi Nasional (HARKOPNAS) Ke-72 yang digelar di Kabupaten Banyuman mulai 11-14 Juli 2019.

DPP GKN Ajak Anggota Evaluasi Produk, Gubernur Jateng Soroti Koperasi Digital di HARKOPNAS K2-72

GKNNEWS.COM, BANYUMAS  – DPP Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN) Indonesia ikut merayakan Hari Koperasi Nasional (HARKOPNAS) Ke-72 yang digelar di Kabupaten Banyumas mulai 11-14 Juli 2019.

DPP GKN Indonesia turut aktif dalam acara tersebut dengan mengikutsertakan Koperasi GKN Indonedia yang bernama Koperasi Wirausaha Inti Nusantara (KOPWIN) untuk memperkenalkan produk-produk unggulan anggota dalam expo tersebut.

Ketua Umum DPP GKN Indonesia, Awang Dody Kardeli berharap dengan adanya expo ini usaha-usaha anggota di sektor UKM dan sektor rill lebih aktif dan menjadi pionor di setiap daerah masing.

DPP Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN) Indonesia ikut merayakan Hari Koperasi Nasional (HARKOPNAS) Ke-72 yang digelar di Kabupaten Banyuman mulai 11-14 Juli 2019.

Awang Dody Kardeli berharap event ini, menjadi momen evaluasi para pelaku usaha.

“Kita harapkan semua, termasuk anggota untuk lebih memperbaiki produk dan kualitas kemasan. Sehingga tidak hanya expo nasional yang di ikuti, tapi bisa internasional,” tuturnya.

Dikutip GKNNEWS.COM dari Republika.id Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo melihat kegiatan ini menjadi momentum tepat bagi koperasi untuk memasuki era digital.

“Suka tidak suka, koperasi harus sudah masuk ke era digital. Di Jateng, ada beberapa koperasi bagus yang sudah 100% menetapkan sistem digital dalam sistem kerja dan melayani para anggotanya,” kata Ganjar pada puncak peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-72 di GOR Satria Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat (12/7/2019).

Ganjar mencontohkan, BMT Sejahtera (Pekalongan), Koperasi Khairul Umah (Rembang), Koperasi Karika (Wonosobo), dan Koperasi Srikandi (Purworejo).

“Itu membuktikan bahwa dengan kekuatan penuh dari anggota, koperasi akan mampu mengembangkan kinerjanya, termasuk di era ekonomi digital,” ujar Ganjar.

Ganjar berharap koperasi mampu mengangkat kinerja pelaku usaha mikro dan kecil di seluruh Indonesia. “Sudah banyak produk UKM berkualitas di Jateng yang layak untuk dikembangkan pemasarannya hingga ke pasar global,” imbuh Ganjar.

Sementara Ketum Dekopin Nurdin Halid menegaskan bahwa koperasi saat ini sudah mampu menjelma menjadi unit usaha modern dengan menerapkan digitalisasi, terutama dalam hal pelayanan terhadap anggota.

“Ada Koperasi Telekomunikasi Seluler (Kisel) yang sudah masuk ke jajaran 300 koperasi besar dunia di peringkat 94. Begitu juga dengan Koperasi Warga Semen Gresik (KWSG),” kata Nurdin.

Di era revolusi industri 4.0 ini, Nurdin mengajak koperasi sudah menerapkan digitalisasi ekonomi dan melangkah ke pola sharing economy. “Itu untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional. Pasalnya, momentum perubahan sangat terasa dan cepat. Dunia sekarang tanpa batas lagi. Koperasi harus siap menghadapinya,” pungkas Nurdin. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here