Home Kabar GKN DPP GKN Indonesia Ajak Pengurus Berdonasi, Awang: Mari Sama-sama Bergerak

DPP GKN Indonesia Ajak Pengurus Berdonasi, Awang: Mari Sama-sama Bergerak

Ketua Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN) Indonesia, Awang Dody Kardela di acara GKN Indonesia, belum lama ini. [FOTO ISTIMEWA]

GKNNEWS.COM, JAKARTA – Ketua Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN) Indonesia, Awang Dody Kardela mengajak publik ikut mendonasikan sebagian hartanya untuk para korban bencana alam gempa dan tsunami di wilayah Sulawesi Tengah yang terjadi pada Jumat (28/9/2018).

Awang mengajak seluruh pengurus dan anggota GKN Indonesia yang tersebar di seluruh Nusantara untuk menggelar aksi amal.

Tak hanya itu, Awang pun mengajak masyarakat Indonesia untuk bersama-sama membantu korban.

Dia berharap, dengan bantuan masyarakat tersebut bisa mengurangi beban dan pernderitaan masyarakat yang terkena dampak gempa.

“Mari sama-sama bergerak bersama untuk membantu meringankan saudara kita semua di Palu dan Donggala,” kata Awang kepada GKNNEWS.COM, Minggu (30/9/2018).

Berapapun besar atau banyaknya, sebutnya akan menjadi amal dan ladang kebaikan bagi yang memberi.

“Kita turut berduka dan sedih atas musibah yang terjadi. Kita doakan semoga korban dan keluarga yang ditinggalakan diberikan ketabahan dan kesabaran,” tutur Awang.

Sebagai organisasi yang peduli kepada sesama, GKN Indonesia turut bergerak mengadakan donasi “Peduli untuk Korban Gempa Palu dan Donggala”.

Seluruh pengurus dan masyarakat yang ingin memberi bantuan bisa mentransfernya melalui Rekening Bank Mandiri : 0060010197584 An. Perkumpulan GKN Indonesia.

“Kita sama-sama bersama elemen lain, bergerak dan aksi nyata membantu sesama,” jelasnya.

Sebelumnya, dikutip dari akun Twitter BMKG @infoBMKG, Jumat (28/9/2018), gempa 7,7 SR melanda wilayah Sulawesi Tengah.

Gempa tersebut terjadi di kedalaman 10 kilometer, dan berpusat di 0,18 LS dan 119,85 BT.

Gempa yang mengguncang wilayah Sulawesi Tengah tersebut sempat diberitakan berpotensi tsunami oleh BMKG.

“#BMKG: Gempabumi Tektonik M=7.7 Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah pada hari Jumat, 28 September 2018, Berpotensi Tsunami,” tulis akun @infoBMKG. 30 menit kemudian, status peringatan dini tsunami berakhir.

Informasi itu disampaikan oleh Direktur Operasi Basarnas, Bambang S, saat ditemui di posko Basarnas, Minggu (30/9/2018) pagi.

“Lokasi pencarian hari ini akan kita prioritaskan ke daerah yang diperkirakan masih ada korban hidup tapi tidak berdaya untuk menyelamatkan diri,” kata Bambang kepada wartawan.

Titik-titik yang diprioritaskan, yakni Perumnas Balaroa, Hotel-roa, Mall Ramayana dan Perumahan Petobo.

“Di empat titik ini, kita perkirakan masih ada korban yang hidup, namun belum bisa diselamatkan tadi malam dikerenakan kekurangan peralatan,” katanya.

“Termasuk di Pantai Talise yang kita perkirakan sudah banyak korban meninggal dunia disana,” ujarnya.

Namun data tersebut belum dipadukan dengan data posko di bawa kendali BNPB setempat. (key)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here