Home UMKM Genjot Kredit UMKM, Bank Mandiri Bentuk Platform Digital

Genjot Kredit UMKM, Bank Mandiri Bentuk Platform Digital

Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN) Kalimantan Selatan, menggelar silaturahmi bersama pengurus DPC dan kader lainnya. Hadir dalam acara tersebut, Sekretaris Jenderal DPP Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN) Indonesia, Harwanto Herlambang.

Genjot Kredit UMKM, Bank Mandiri Bentuk Platform Digital

VIDEO PELENGKAP (tak terkait berita)

GKNNEWS.COM, JAKARTA – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk berencana mengembangkan platform digital khusus penyaluran kredit sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Nantinya platform ini akan mulai diujicobakan pada November 2019.

Direktur Retail Bank Mandiri, Donsuwan Simatupang mengatakan, platform ini merupakan big data UMKM yang telah menjadi costumer Bank Mandiri.

“Pada UMKM itu kan pricing bukan yang paling menentukan, tapi kecepatan proses yang menentukan. Itu sebabnya kami bangun new platform di loan underwriting di SME-nya,” ujarnya di Gedung Plaza Mandiri, Jakarta, Rabu (4/9/2019).

Menurut dia, platform digital ini dapat mempercepat proses pencairan kredit bagi nasabah lama, bahkan bisa dilakukan dalam satu hari saja. Bagi nasabah baru diperkirakan proses pencairan kredit akan memakan waktu selama tujuh hari kerja.

VIDEO PELENGKAP (tak terkait berita)

“Hanya memang data itu selama itu harus diolah secara manual oleh Relationship Manager Credit (RM). Sekarang data itu tidak lagi diolah secara manual, sudah secara digital dan RM akan kami bekali RM tools, sehingga akan lebih mudah dan bisa memilih mana yang harus dia targetkan costumer-nya,” katanya.

Ke depan perseroan berupaya meningkatkan penyaluran kredit sektor UMKM. Sebab, hingga Juli 2019 penyaluran kredit UMKM masih jauh dari target.

“Diharapkan dengan adanya platform digital dapat mendorong tingkat kredit ke sektor UMKM ke level double digit. Juli ini masih single digit,” ucapnya.

Donsuwan menambahkan tingkat bunga kredit yang diberikan untuk UMKM berkisar antara 8,5 persen-10 persen, bergantung pada tingkat risiko dari perusahaan-perusahaan tersebut.

VIDEO PELENGKAP (tak terkait berita)

“Kalau transaksinya di Mandiri, risikonya kecil, ya ada yang kami kasih 8,5 persen. Jadi, bunga peminjaman tidak melulu acuannya BI, tapi risiko dan CASA yang dibawa oleh nasabah,” ujarnya.

Pada semester satu 2019, kredit bermasalah atau nonperforming loan (NPL) sebesar dua persen. Ditargetkan akhir tahun ini NPL sektor UMKM menjadi 1,9 persen. (*)

VIDEO PELENGKAP (tak terkait berita)

LINK SUMBER ARTIKEL

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here