Home Headline Hero Kaffe Bisa Sukses, ‘Jangan Banyak Wacana dan Rencana, Lakukan Saja Segera’

Hero Kaffe Bisa Sukses, ‘Jangan Banyak Wacana dan Rencana, Lakukan Saja Segera’

Andika Dwi Octavianto ST berasal dari keluarga yang biasa-biasa saja. Semasa SMA, ia nyambi kerja di bengkel kecil milik pamannya, semata ingin dapat tambahan uang jajan. Makan seadanya dan menu harian mi instan itu sudah biasa.

Hero Kaffe Bisa Sukses, ‘Jangan Banyak Wacana dan Rencana, Lakukan Saja Segera’

Andika Dwi Octavianto ST berasal dari keluarga yang biasa-biasa saja. Semasa SMA, ia nyambi kerja di bengkel kecil milik pamannya, semata ingin dapat tambahan uang jajan. Makan seadanya dan menu harian mi instan itu sudah biasa.

VIDEO PELENGKAP (tak terkait berita)

GKNNEWS.COM – Merintis usaha bukanlah semudah membalik telapak tangan.

Seperti halnya pemuda kelahiran Palangkaraya, 12 Oktober 1992 ini yang harus berkorban demi mendapat modal usaha.

Andika Dwi Octavianto ST berasal dari keluarga yang biasa-biasa saja.

Ayah bekerja sebagai tukang bangunan dan ibu adalah ASN, namun hanya pegawai biasa.

Semasa SMA, ia nyambi kerja di bengkel kecil milik pamannya, semata ingin dapat tambahan uang jajan.

“Alhamdulillah, dengan tekad ingin menuntut ilmu, saya pun bisa berkuliah di Fakultas Teknik, ULM Banjarbaru,” ujarnya.

Saat kuliah ia hidup sederhana.

Makan seadanya dan menu harian mi instan itu sudah biasa.

Sementara soal biaya kuliah, ia banyak terbantu beasiswa.

“Dan saya bertekad bisa cepat selesai,” kenangnya.

Kuliah dapat ia selesaikan dalam 7 semester dan termasuk wisudawan terbaik.

Lulus kuliah pada 2014, saat ada penerimaan PNS (ASN), ia daftar seleksi.

Pada 2015, ia diangkat sebagai ASN dengan penempatan tugas di Pemkab Hulu Sungai Tengah.

“Meski sudah bekerja kantoran, tapi saya berpikir tetap harus ada penghasilan selain gaji bulanan. Tambahan penghasilan itu dengan berwirausaha,” ungkap bujangan ini.

Ia awali wirausaha dengan nekat.

Karena prinsipnya adalah jangan kebanyakan wacana dan rencana, lakukan saja segera.

Tak ada modal pada 2016 itu.

Kemudian ia lirik sepeda motor yang baru lunas kreditnya, bisa jadi modal.

Dijual Rp 18 juta, sebagian untuk modal usaha dan sebagian lagi beli sepeda motor bekas yang penting bisa beraktivitas.

“Usaha yang saya buka adalah kuliner. Saya jualan terang bulan di pinggir jalan. Saya bikin adonan sendiri, dorong gerobak selepas pulang ngantor,” kisahnya.

Jerih payah setiap hari itu ada hasil.

Dagangannya diminati masyarakat.

Dia pun menabung keuntungan untuk pengembangan usaha.

Setelah lumayan menghasilkan, maka pada 2016 itu juga ia menambah usaha baru yaitu jualan minuman kopi dengan nama Hero Kaffe.

Kenapa kopi? Sebab bisnis kopi itu terbesar keempat di dunia, jadi sangat potensial.

Selama tiga tahun berjalan, Hero Kaffe sudah dapat mempekerjakan hingga 10 karyawan.

Ia juga memvariasi sajian, selain aneka minuman termasuk kopi juga ada ragam makanan seperti di resto.

Omset harian relatif, berkisar antara Rp 3-5 juta.

Ia pun terus mengembangkan diri di dunia kopi dan barista (peracik kopi) salah satunya dengan mengikuti kompetisi barista di pulau Jawa.

Ia terapkan apa yang didapat dari kompetisi dan sharing dengan pebisnis kopi pulau Jawa.

Ia juga sering silaturahmi dan diskusi dengan para pemilik kedai kopi atau kafe di Banjarbaru dan Banjarmasin.

Rencana ke depan ia akan buka Hero Kaffe di Banjarbaru.

Sebab di kota ini sangat pesat pertumbuhan kafe.

Menjadi industri yang menyediakan lapangan pekerjaan, apalagi anak kuliahan bisa kerja part time.

“Selain itu saya ingin membahagiakan orangtua. Supaya mereka nyaman menikmati hari tua. Cita-cita saya ingin memberangkatkan keduanya berhaji,” tukasnya.

Mewujudkan keinginan, pastilah harus lebih giat berusaha dan rajin menabung juga tak lupa beribadah berdoa kepada Allah SWT sang pemberi rezeki. (*)

VIDEO PELENGKAP (tak terkait berita)

LINK SUMBER ARTIKEL+FOTO

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here