Home News Ini Janji JNE untuk Para Pelaku UMKM di Bali

Ini Janji JNE untuk Para Pelaku UMKM di Bali

GKNNEWS.COM, BALI – Provinsi Bali saat ini memiliki banyak potensi dan keunggulan produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) sebagai roda penggerak perekonomian selain dari sektor pariwisata.

Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Pusat Data dan Sistem Informasi Kementerian Perdagangan RI, tercatat perkembangan ekspor non migas di bulan Juni 2018 mengalami peningkatan 7,65 persen, yaitu dibandingkan dengan bulan Januari 2017.

Selain itu, jumlah UMKM di Denpasar hingga akhir tahun 2017 mencapai angka 30.840 usaha dan masih terus berkembang dengan berjalannya waktu.

Produk dari UMKM di Bali banyak ragamnya antara lain produk makanan ringan, minuman, produk kecantikan, produk spa, sarung Bali, kerajinan tangan, hingga tenun.

Semua produk tersebut diminati tak hanya di pasar nasional tetapi juga dalam lingkup pasar global.

Sebagai bagian dari dukungan terhadap perkembangan UMKM lokal di Bali supaya mampu menembus pasar global, JNE sebagai perusahaan jasa kurir ekspres dan logistik menggelar acara KOPIWRITING bersama Kompasiana dengan tema “Dari Lokal untuk Global” yang digelar di Aston Denpasar Hotel pada Kamis (27/9/2018).

Head of Cargo Sales JNE Freight, Reza Arfandy mengatakan, Bali memiliki banyak produk-produk khas yang dihasilkan IKM atau UKM lokal, sehingga berpotensi dipasarkan maupun dijual di seluruh nusantara, dan keluar negeri agar semakin berdampak positif terhadap perekonomian.

Dari sisi kapabilitasnya sebagai perusahaan pengiriman ekspres dan logistik, JNE pun berupaya untuk terus mewujudkan dukungan, seperti memberikan peluang kerja sama kemitraan untuk masyarakat, serta program JLC (JNE Loyalty Card) agar pelanggan mendapatkan benefit dari tiap aktivitas pengiriman.

“JNE juga memiliki JNE lnternational Service yang siap mendukung pemasaran atau penjualan produk khas Bali ke mancanegera”, imbuhnya.

A.A.A. Mas Utari Noviyanthi selaku pemilik Beehandycrafts Bali mengungkapkan, tantangan yang dihadapi para pelaku bisnis adalah bagaimana mencari pasar untuk produk, kemudian membuat produk yang disukai oleh pasar.

Selain itu, yang tidak kalah pentingnya adalah menjaga produksi sesuai order yang diterima, baik dari segi kualitas dan kuantitas, menjaga ketepatan waktu pengiriman, serta inovasi dalam pembuatan produk.

Turut hadir juga dalam acara JNE Kopiwriting Ni Luh Ary Pertami Djelantik, yang turut berbagi cerita pengalamannya sebagai pelaku bisnis di Bali.

Ia membangun usaha produksi sepatu dengan label Niluh Djelantik sejak tahun 2008.

Tidak sampai setahun, sepatu buatannya sudah bisa ditemukan di berbagai negara Eropa, Australia, dan Selandia Baru.

“Konsisten dalam menjaga kualitas produk, inovasi desain, dan selalu bekerja dengan cinta merupakan semangat yang selalu diterapkan dalam membuat produk hingga saat ini,” ucapnya.

Kepala Bidang Perindustrian Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi I Gde Wayan Suamba mengharapkan pelaku industri di Bali dapat memproduksi barang sesuai selera pasar, baik domestik maupun mancanegara.

Tentunya produk tersebut harus berkualitas baik, memiliki harga kompetitif dan tepat waktu pengiriman, disamping pelayanan yang baik. (*)

Sumber: TRIBUN-BALI.COM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here