Home Headline Jutaan Tanaman Kopi Hijaukan Kembali Lahan Kritis Hulu Sungai Citarum

Jutaan Tanaman Kopi Hijaukan Kembali Lahan Kritis Hulu Sungai Citarum

pixabay/ILUSTRASI : Tanaman Kopi/marineguyy

GKNNEWS.COM, – Kawasan hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum, di Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung yang memiliki lahan kritis sekitar 8.000 hektare, kini perlahan mulai kembali hijau. Pasalnya, jutaan bibit tanaman kopi jenis Arabica dan lainnya ditanami di area tersebut.

Meski sebelumnya, lahan tersebut gundul dan tanah di hulu Sungai Citarum banyak tercemar limbah bahan kimia. Namun sekarang lahan itu ditanami kopi, dengan harapan bisa menjadi mata pencaharian baru bagi warga sekitar.

Penanaman tanaman kopi tersebut diharapkan bisa melalui pola terasering sayuran. Jadi sebelum kopi menghasilkan buah, diproduksi para petani. Dari produksi sayuran tersebut mereka bisa meraih keuntungan.

“Kamis sedang mengupayakan panen kopi sepanjang masa, dengan kualitasnya terbaik. Sehingga kami punya Kopi siap jual dengan harga terbaik pula,” kata Dansektor Pembibitan Satgas Citarum Harum, Kolonel Kav Dwi Haryoko, berdasarkan artikel yang telah dimuat Galamedia.Pikiran-Rakyat.com berjudul “Tanaman Kopi Hijaukan Ribuan Hektare Lahan Kritis di Hulu DAS Citarum“.

Di hadapan 62 petani, dia menyampaikan sosialisasi lanjutan program Citarum Harum di Posko Utama Bongkor, Kertasari, Kabupaten Bandung. Pihaknya saat ini sedang berupaya membangun sistemnya.

“Bila sudah baik sampai kapanpun sistem akan berjalan dengan sendirinya. Dulu tanah di sini sangat subur, tapi sekarang jadi kurang baik. Dengan begitu, kita akan kembalikan unsur haranya dengan cairan Bios 44. Apalagi kita sudah menanam dan merawat tanaman susah payah, jadi harus ada hasilnya,” kata Dwi.
Memanfaatkan lahan yang ada, dirinya pun mengajak semua warga untuk tetap menjaga kelestarian alamnya.

Yuk! Baca Juga :

Selain itu, Dwi menambahkan, hasil tanaman kopi di Kertasari sudah bagus, dan masuk kategori premium.
Tidak hanya itu, pihaknya juga akan mencoba meningkatkan kualitas kopi menjadi super premium, dengan menggandeng Abah Alit atau Ahmad Sudirman selaku petani kopi yang sudah berhasil. Bahkan sudah memiliki produk sendiri, yaitu kopi ABG Waynya (Asli Buatan Gunung Wayang).

Sementara salah seorang warga, Dede Juheri mengaku, dirinya sudah menanm kopi dari tahun 2017. Saat ini dia sudah menanam sekitar 5.500 kopi di 18 petak. Dari jumlah tersebut 2.700 kopi berasal dari sektor pembibitan yang didapatkannya secara gratis.

Setelah sosialisasi, para petani juga diberikan pemahaman tentang merawat dan cara meningkatkan pertumbuhan biji kopi langsung di kebun belakang posko. ***

Editor : Pipin Lukmanul Hakim
Sumber : GalamediaNews.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here