Home Kabar GKN Kemenkop Galakkan Program Gerakan Kkewirausahaan Nasional

Kemenkop Galakkan Program Gerakan Kkewirausahaan Nasional

GKNNEWS.COM, JAKARTA – Sekretaris Menteri Koperasi dan UKM, Agus Muharam mengatakan dalam upaya menumbuhkan dan mengembangkan kewirausahaan, pemerintah sejak tahun 2011, hingga saat ini sedang dan akan terus melaksanakan program Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN), yang melibatkan seluruh stakeholders baik di pusat maupun daerah.

Untuk kita ketahui bersama, kata Agus Muharam ‘Gerakan Kewirausahaan Nasional 2017’ kali ini mengangkat tema ‘Wirausaha Tangguh, Inovatif dan Peduli’.

Tangguh, jelas Agus Muharram, berarti terampil dan handal dalam menjalankan usahanya agar dapat berkembang lebih baik lagi atau bisa disebut naik kelas. Inovatif berarti gigih dalam menciptakan hal baru dan mencari solusi pada setiap persoalan yang dihadapi.

Peduli selain sebagai wirausaha yang mencari keuntungan juga berbagi dengan lingkungan sosialnya atau biasa disebut social entrepreneur.

“Dan saya yakin diantara para wirausaha-wirausaha baru yang ada disini, juga banyak terdapat wirausaha yang tangguh, inovatif dan peduli,” ujar Agus Muharram.

Untuk itu, terang Agus Muharram, acara ini sangat penting dan sangat strategis, terutama untuk terus menumbuhkan spirit kewirausahaan di tanah air.

“Hal ini sangat penting bagi kita semua, terutama dalam menyongsong dan memasuki era baru dalam komunitas masyarakat ekonomi ASEAN (MEA) sebagai pasar tunggal (single market) dan tempat berproduksi (production base),” paparnya.

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, dapat disampaikan bahwa PDB Koperasi sebagai lembaga sebesar 4,41 persen , sedangkan kontribusi PDB koperasi dari sisi anggota sebesar 18,96 persen dan PDB UMKM sebesar 61,41 persen.

Berdasarkan Data Sensus Ekonomi BPS tahun 2016, dengan jumlah penduduk sebesar 252 juta orang di Indonesia, terdapat wirausaha sebanyak 7,8 juta orang atau 3,10 persen dari jumlah penduduk.

Dengan demikian tingkat kewirausahaan Indonesia telah meningkat sebesar 1,33 persen selama kurun waktu 3 (tiga) tahun terakhir, dari 1,67 persen menjadi 3,10 persen ditahun 2016, dimana hal ini telah melampaui 2 persen dari populasi penduduk sebagai syarat utama suatu negara mencapaik kestabilan dalam perekonomian nasional. (rls)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here