Home UMKM Pelaku UMKM di Banyumas ‘Digenjot’ Latihan Marketing Online hingga Lamikro

Pelaku UMKM di Banyumas ‘Digenjot’ Latihan Marketing Online hingga Lamikro

Sedikitnya 37 pelaku UMKM mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas yang diselenggarakan Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) di Hotel Queen Garden Baturraden. Pelatihan yang bekerjasama dengan Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN) ini, diawali dengan workshop technopreneur yang diikuti 125 pelaku usaha dari berbagai daerah di Kabupaten Banyumas.

Pelaku UMKM di Banyumas ‘Digenjot’ Latihan Marketing Online hingga Lamikro

GKNNEWS.COM, BANYUMAS – Sedikitnya 37 pelaku UMKM mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas yang diselenggarakan Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) di Hotel Queen Garden Baturraden.

Pelatihan yang bekerjasama dengan Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN) ini, diawali dengan workshop technopreneur yang diikuti 125 pelaku usaha dari berbagai daerah di Kabupaten Banyumas.

Ketua DPC GKN Kabupaten Banyumas, Cocos Trisada D,SE mengungkapkan, pelatihan tersebut menjadi sangat penting, mengingat UMKM memiliki potensi yang besar dalam menopang roda ekonomi.

“Ada banyak hal yang bisa dimanfaatkan melalui pelatihan tersebut, setelah kapasitas UMKM makin mumpuni. Mereka juga bisa mendapatkan jaringan pemasaran,” jelasnya.

Nilai positif lain dari kegiatan tersebut yakni, terciptanya ekosistem usaha, sehingga antar-pelaku usaha bisa saling suport satu sama lainya.

Sejumlah materi pelatihan yang diberikan kepada peserta di antaranya, marketing online, penerapan laporan keuangan untuk UMKM, melalui Lamikro yang diluncurkan Kemenkop UKM.

Selain itu ada pula, personal branding, pengembangan bisnis corporate, hingga layanan pembiayaan syariah oleh PT Kerjasama Dalam Negeri.

“PT kerjasama dalam negeri menjalin kerjasama dengan GKN, itu dilakukan untuk mempermudah verifikasi dan mengetahui track record setiap pelaku usaha,”

Selain itu ada pula program Wirausaha Pemula (WP) yang di selenggarakan oleh Kemenkop UKM.

Peserta yang lolos akan mendapatkan dana hibah senilai Rp 12.000.000.

Dana tersebut bisa dimanfaatkan untuk peningkatan usaha sesuai dengan kebutuhan masing2.

“Salah satu syarat mengajukan program WP, pelaku usaha tersebut mengantongi sertifikat dari GKN, jadi yang sudah mengikuti pelatihan juga menjadi modal yang sangat penting,” pungkas Ketua GKN Banyumas CocosTrisada. (sakur abdul wahid/DPC GKN Banyumas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here