Home News Pemkot Sukabumi Cari Lembaga Kredibel Salurkan Dana untuk Pelaku UMKM

Pemkot Sukabumi Cari Lembaga Kredibel Salurkan Dana untuk Pelaku UMKM

ILUSTRASI

Pemkab Sukabumi Cari Lembaga Kredibel Salurkan Dana untuk Pelaku UMKM

VIDEO PELENGKAP (tak terkait berita)

GKNNEWS.COM, SUKABUMI – Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi masih belum bisa mencairkan dana bergulir untuk para usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Pasalnya, hingga saat ini masih mencari mekanisme termasuk kelembagaan yang tepat untuk menyalurkan bantaun tersebut.

Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi mengatakan, bantuan dana bergulir yang dikemas dalam program kredit Anyelir untuk para UMKM memang masih belum bisa disalurkan.

Karena saat ini pihaknya masih melakukan kajian tentang lembaga yang nantinya khusus untuk menyalurkan bantuan dana bergulir tersebut.

“Saat ini kendalanya masih di seputar mekanisme, termasuk lembaga yang khusus untuk mengelola dana bergulir itu,” ujar Fahmi kepada Neraca, Rabu, 31 Juli 2019.

Di tahun sebelumnya, dana bantuan untuk UMKM disimpan di Bank Perkreditan Rakyat (BPR) atau Bank Pasar milik pemerintah setempat.

Namun di tahun ini, seiring dengan dikeluarkanya program kredit anyelir dan Sukabumi Kelurahan entrepreneur Center (Sukabumi Kece), bantuan tersebut diberhentikan di bank tersebut.

“Dulu kan dikelola oleh BPR, tapi ditahun ini kita coba untuk tidak di perbankan,” ujarnya.

Bantuan tersebut lanjut Fahmi, dikhususkan untuk para UMKM yang sudah terdaftar dan mengikuti program Sukabumi Kece.”

“Sehingga nantinya tidak semua orang bisa mendapatkan dana bergulir itu.”Bukan hanya memberikan bantuan saja, tetapi akan didampingi juga nantinya,” terangnya.

Makanya tandas Fahmi, apakah nanti sifatnya Badan Layanan UMUM Daerah (BLUD) atau Koperasi yang akan menyalurkan kredit tersebut.

Sebab kalau di perbankan namanya kredit harus ada jaminan.

Sedangkan anggaran yang disiapkan oleh Pemkot dalam program kredit anyelir itu sekitar Rp 3 miliar.

“Makanya kelembagaan itu yang sedang kami pikirkan hari ini, walaupun draft raperda untuk kelancarannya sudah dimasukan ke bagian hukum,” terangnya.

Sementara itu Kepala Dinas Koperasi UMKM Perdagangan dan Perindutrian (diskopdagrin) Kota Sukabumi Ayep Supriatna mengatakan, jika saat ini UMKM yang dilatih melalui Program Sukabumi Kece berjumlah sekitar 210 orang.

Jika dana bergulir itu sudah berjalan, nantinya setiap pelaku UMKM bisa mengusulkan bantuan sampai Rp15 juta, atau bisa juga sesuai dengan kesepakatan.

“Tujuan adanya program Sukabumi Kece tersebut kan tujuanya untuk membangkitkan dan memajukan pelaku UMKM di Kota Sukabumi,” pungkasnya Arya. (*)

LINK SUMBER ARTIKEL

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here