Home Travel Per Hari 500 Wisatawan Asing dan Lokal Main di Air Terjun Blangsinga

Per Hari 500 Wisatawan Asing dan Lokal Main di Air Terjun Blangsinga

(foto: littlemissbali.wordpress.com)

GKNNEWS.COM, BALI – Mendengar kata Bali, pasti pikiran Anda langsung membayangkan keindahan ratusan objek wisata alam di sana.

Dan yang pasti bukan hanya pantai yang sangat dikenal. Ada juga sejumlah objek air terjun, satu di antaranya Blangsinga Waterfall di Banjar Blangsinga, Desa Saba, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, Bali.

Blangsinga Waterfall adalah sebuah objek pariwisata tukad (sungai), yang saat ini digandrungi wisatawan. Selain dikenal objek wisata, Blangsinga Waterfall juga bagian dari sungai bersejarah.

Kawasan Blangsinga Waterfall Tukad Petanu ini, berhasil menyedot 500 wisatawan per harinya.

Dan angka Rp 60 juta per bulan menjadi pendapatan rata-rata hanya dari retribusi tiket masuk. Pengelolaan pendapatan tersebut kemudian dibagi dua. Sebesar Rp 30 juta untuk banjar atau Desa Pakraman Blangsinga, dan sisanya untuk pengelolaan destinasi pariwisata ini.

Dikutip dari laman Tribun-Bali.com, Kamis (30/8/2018), di balik kesuksesan destinasi pariwisata tukad ini, ada sejumlah fakta memprihatinkan yang terjadi sebelum destinasi ini terkenal.

Sebelum tahun 2016, tepatnya di kawasan yang saat ini menjadi lahan parkir pengunjung, merupakan tempat pembuangan sampah warga banjar maupun sampah upakara.

Padahal saat ini, sejumlah wisatawan sudah melirik lokasi ini lantaran berada di atas air terjun terkenal yakni Air Terjun Tegenungan. Lantaran terlalu banyaknya sampah yang mengotori tempat ini, para pemandu pariwisata enggan mengajak wisatawannya ke sini.

Bercermin dari kondisi tersebut, sejumlah warga Banjar Blangsinga, yakni I Made Suanta, Ketut Anggur, Nyoman Kolok, I Ketut Sudarpa, dan Ngurah Jes yang bekerja di dunia pariwisata, bahu membahu melakukan pembersihan kawasan tersebut.

Bahkan saat membersihkan sampah-sampah tersebut, mereka tidak dibayar sepeserpun. Tujuan mereka hanya satu, menjadikan banjarnya sebagai tujuan wisata yang nyaman dan bersih.

Seorang pengelola, Ngurah Jes membenarkan kejadian tersebut. “Betul, sebelum seperti saat ini, kawasan ini (areal parkir), banyak sampah. Bahkan bisa dikatakan TPA.”

“Saat kami membersihkan areal ini, selama lima bulan kami tidak dibayar sepeserpun. Kami hanya berpikir, kami punya destinasi pariwisata. Itu harus jadi destinasi favorit,” ujar Ngurah Jes.

Ngurah Jess mengaku bersyukur, saat ini semua warga telah sadar akan kebersihan. Kata dia, di samping kawasan Blangsinga Waterfall terdapat kuburan. Jika dulu saat upacara ngaben, sampah ngaben dibiarkan begitu saja. Saat ini, usai ngaben, krama adat langsung membersihkannya, tanpa meninggalkan satu sampah pun.

Begitu juga saat ada sabung ayam di utara air terjun, tidak boleh ada sampah yang berserakan. “Sekarang habis ngaben, sampah langsung bersih. Begitu juga tanah di kuburan. Dulu usai menggali tulang, tanahnya dibiarkan begitu saja. Tapi sekarang langsung diratakan, sehingga menjadi indah,” ujarnya.

Anak-anak Belajar Bahasa Asing

Objek wisata Blangsinga Waterfall tidak hanya menjadi sumber pendapatan untuk memajukan banjar atau Desa Pakraman Blangsinga.

Tempat ini juga menjadi wadah generasi muda untuk belajar atau mengasah kemampuan berbahasa asing.

Destinasi wisata ini dapat dikata hampir setiap hari selalu dikunjungi wisatawan mancanegara.

Ketua Pengelola Blangsinga Waterfall, I Made Suanta, Kamis (30/8/2018) mengatakan, sejak satu bulan belakangan ini, jumlah wisatawan yang datang ke Blangsinga Waterfall mengalami kenaikan signifikan.

Bulan-bulan sebelumnya, wisatawan yang datang sebanyak 200 orang per hari. Namun musim ini, mencapai 500 orang.

Peningkatan ini, kata dia, dikarenakan bertambahnya fasilitas wisata di objek ini. Mulai dari swing di atas jurang, hingga restauran.

“Sejak satu bulan, terjadi peningkatan kunjungan. Rata-rata saat ini 500 wisatawan,” ujarnya.

Suanta bersyukur, objek wisata yang didirikan secara susah payah, kini berhasil menyerap tenaga kerja sebanyak 23 orang. Hampir semua pekerja merupakan warga Blangsinga. (key)

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here