Home Headline Produk UMKM Kota Tangerang akan Terbang ke Luar Negeri, Bagaimana Caranya?

Produk UMKM Kota Tangerang akan Terbang ke Luar Negeri, Bagaimana Caranya?

salah satu produk UMKM Kota Tangerang saat dipamerkan/KabarBanten

GKNNEWS.COM, – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang tengah mempersiapkan produk unggulan bersama Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (ASPRINDO) dari Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), untuk dipasarkan ke luar negeri melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Demikian Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah mengatakan, beberapa produk UMKM yang berasal dari Kota Tangerang. Dinilai sudah siap untuk dipasarkan secara global, di antaranya Coklatin dan Jahe Merah Nusantara, asli Kota Tangerang, Banten.

Sebagaimana dikutip dari laman KabarBanten.Pikiran-Rakyat.com berjudul, “Untuk Dipasarkan ke Luar Negeri, Pemkot Tangerang Siapkan Produk UMKM Unggulan“.

“Sudah siap, akan tetapi masih kita bahas soal teknis perizinannya seperti apa, karena banyak hal harus disiapkan saat produk akan dikirim keluar negeri. Untuk targetnya belum dibicarakan sampai kapan, namun akan kita tidak lanjuti dengan menyaring beberapa produk lagi,” kata Arief pada Senin (20/7/2020).

Demi melebarkan sayap penjualan produk UMKM Kota Tangerang ke luar negeri. Maka ASPRINDO menggandeng Kemendag melakukan kerja sama dengan Pemkot Tangerang. Agar bisa melakukan pengembangan dan pelebaran promosi penjualan produk UMKM Kota Tangerang untuk naik kelas hingga bisa mengekspor ke luar negeri.

“Ekspor produk UMKM ini akan difasilitasi Kemendag. Jadi untuk saat ini kita sedang menyiapkan produknya, rencanannya memang Kota Tangerang diajukan untuk yang pertama,” ungkap Arief.

Yuk! Baca Juga :

*Tahukah Anda Mengapa Bandung Lebih Dingin dari Biasanya?, Yuk Cari Tahu!

*Ridwan Kamil : Akan Ada 60 Ribu Loker di Jabar, Anda Berminat?

Sementara itu, dari Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Disperindagkopukm), Katrina menawarkan sebuah progaram Tangerang Ekonomi Masyarakat Sejahtera. Program ini diklaim untuk membantu masyarakat, berupa pinjaman modal usaha tanpa bunga dengan terget utama pelaku UMKM pemula.

“Program ini diinisiasi Wali Kota Tangerang, untuk satu UMKM dapat bantuan berupa dana bergulir dengan jumlah besaran Rp2juta dari Bank Jabar Banten. Untuk pengajuannya sistem kelompok, setiap kelompok terdiri dari 5 sampai 10 orang,” kata Katrina.

Adapun tujuna dari pembentukan kelompok ini, lanjutnya, agar UKM bisa saling mengingatkan jika rekannya ada yang mengalami masalah kredit macet.

“Karena tanpa agunan, sistem kita namanya tanggung renteng. Kalau ada yang tidak sanggup bayar pada tempo yang sudah ditetapkan maka akan ditanggung bersama,” ujarnya.

Syarat untuk program ini, setiap warga harus melengkapi administrasi berupa salinan identitas dan surat IUMK dari kecamatan. Nantinya, Pemohon hanya akan dikenakan biaya administrasi sebesar 3 persen. Lalu, kredit akan diberikan dengan bungan nol persen.

“Sayarat berusia minimal 21 tahun maksimal 60 tahun, membuat rekening tabungan di Bank BJB. Kemudian ketua kelompoknya datang ke Dinas Perindagkoukm untuk melakuka verifikasi. Jika sudah lengkap maka kami akan ajukan ke Bank, prosesnya sekitar 2 hari,” pungkasnya.

Tidak hanya itu, Katrina juga berharap, agar pelaku UMKM memanfaatkan program ini dengan baik. Dari sekitar 13.000 UKM di Kota Tangerang, baru sekitar 10 persen yang mengajukan.

“Kita mendorong setiap kecamatan dan kelurahan terdapat pojok UMKM. Kami juga ada program pembinaan untuk memasarkan produk secara online,” ungkapnya. ***

 

Editor : Pipin Lukmanul Hakim

Sumber : KabarBanten.Pikiran-Rakyat.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here