Home Headline Tambak Udang Windu Disulap Jadi Tambak Lele, Sukses Hasilkan Keuntungan 100 Juta...

Tambak Udang Windu Disulap Jadi Tambak Lele, Sukses Hasilkan Keuntungan 100 Juta per-Hari

pixabay/ILUSTRASI : Para Nelayan Saat Menebar Jaring diatas Perahu/Peggy_Marco

GKNNEWS.COM, – Pada tahun 90-an, kala itu di wilayah Desa Krimun dan Desa Puntang, Kecamatan Losarang, Indramayu, Jawa Barat. Terdapat lahan seluas 615 Hektar, sekitar 80% lahan tersebut dimanfaatkan untuk tambak budidaya udang windu. Sehingga Losarang ini terkenal dengan daerah pembudidaya undang windu.

Tambak udang windu ini mengalami kerusakan, diakibatkan pencemaran limbah di pesisir pantai Losarang. Menyebabkan kehancuran berbagai tambak udang windu tersebut. Karena ribuan benih udang mengalami kematian.

Seorang peternak budidaya udang windu Carmin Iswahyudi mengatakan, bahwa dirinya juga mengalami kerugian yang cukup besar. Namun Carmin tidak patah arang, dia beralih untuk membudidayakan lele. Dia budidayakan lele tersebut di tambak bekas budidaya undang windu.

Mulanya Carmin mencoba menebar ribuan bibit lele, yang ia dapatkan dari hasil penangkaran di Cirebon dan Parung – Bogor. Tidak begitu lama, hanya sekitar dua setengah bulan Carmin sudah bisa memanen lelenya itu.

Dari 20 tambak yang ia miliki, Carmin berhasil memanen lele sekitar 3 ton hingga 7 ton per-hari. Pada 2003 pun Carmin memutuskan untuk menambah luas tambaknya yang semula 500 meter per-segi menjadi 25 hektar.

Selain Carman, ada juga Juragan Maman sapaan akrab Sarman itu mengikuti jejaknya dengan mebudidayakan lele. Juragan Maman merupakan generasi selanjutnya yang mengembangkan budidaya lele mengikuti Carmin. Sejak tahun 2000, ia bersama mertuanya sukses membudidayakan lele hingga berhasil untung ratusan juta.

 Berawal dari Satu Tambak

Seiring waktu berjalan budidaya lele, Sarman membeli satu kolam tambak lele dari hasil bekerjanya membantu sang mertua. Tambak budidaya lelenya kian makin berkembang, dan jumlahnya pun makin bertambah.

Hingga pada tahun 2010, Sarman memiliki 200 kolam yang luasnya masing-masing sekitar 500 meter persegi. Dengan perkembangan usahanya tersebut, Sarman mampu mempekerjakan karyawan sekitar 20 orang. Mulai dari karyawan tetap dan harian dari jumlah karyawan tersebut.

Tugas dari karyawan Juragan Maman itu ada yang ditugaskan untuk mengelola kolam tambak dengan jumlah 10 orang. Sedangkan 10 karyawan lainnya dibayar harian, dan ditugasnya untuk membersihkan kolam termasuk mengganti air.

Keuntungan Budidaya Lele dan Ancaman Kerugian

Dengan begitu, Sarman mampu mengantongi keuntungan dari budidaya lele miliknya sekitar 7 ton lele. Dipasok langsung kepada pengepul, lele miliknya dihargai Rp.15.000 per- kilogram. Dengan demikian, Sarman dapat mengantongi keuntungan sekitar Rp.105 juta per-harinya.

Namun dengan keuntungan yang tinggi ini, bukan berarti usaha tambak lele Sarman selalu berjalan mulus. Menurutnya, dirinya masih sering mengalami kendala dan kerugian, salah satunya adalah tertipu oleh para pengepul lele.

Sarman mengaku masih memiliki uang yang tersisa dari hasil panennya berada dipengepul sekitar Rp.500 juta. Bahkam dirinya pernah mengalami  kerugian puluhan juta, namun kini Sarman semakin berhati-hati, dan terus berusaha menambah jaringan pengepul lelenya itu.

Modal dan Pengembangan Budidaya Lele

Setiap bisnis yang dijalankan, kita akan dituntut untuk adanya modal yang harus dikeluarkan. Begitupun dengan tambak budidaya lele milik Sarman, untuk budidaya lele miliknya, dia harus mengeluarkan modal untuk bibit lele dan perawatan tambak lelenya.

Juragan Maman pun harus mengeluarkan modal untuk membeli larva (anakan lele) sekitar Rp.1,4 juta. Lalu dia alokasikan sebesar Rp.500.000 untuk membeli anakan lele sebanyak 100.000 larva. Sedangkan Rp.900.000, dia alokasikan untuk membeli satu sak makanan larva selama satu bulan sampai lele tumbuh stabil. Kemudian setelah lele stabil, ia hanya membutuhkan persediaan pakan lele untuk 3 bulan ke depan sampai lele itu siap dipanen.

Hingga kini tambak lele miliknya makin berkembang. Bahkan sudah dilengkapi dengan alat pemberi pakan ikan secara otomatis, yaitu E-fisery. Alat tersebut terbentuk dari tong berkapasitas 60 kg pakan ikan dengan dilengkapi kotak pelepas makanan ikan secara otomatis. Sehingga dapat mempermudah dalam memberi pakan ribuan lele pada tambak miliknya.***

 

Penulis : Abdul Mugni

Editor : Pipin Lukmanul Hakim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here